Sejarah Borneo Institute

Borneo Institute adalah organisasi yang didirikan oleh anak-anak muda dayak di Kalimantan Tengah pada tahun 2006 yang pada waktu itu masih berbentuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Hingga Tahun 2014 Borneo Institute Menjadi sebuah Yayasan. Borneo Institute sering kali aktif dalam kegiatan-kegiatan advokasi, sosial, lingkungan, budaya dan pendidikan seperti mendorong terbentuknya Hutan Pemuda, Ekspedisi di Hutan Kalawa, Kerjasama dengan SMKS Mandomai, Mendorong Hutan Desa Kalawa, Mengadakan Perlombaan Balap Alkon dalam Rangka Hari Air Sedunia. Hingga sekarang saat Borneo Institute sudah menjadi yayasan pun tetap sama hanya kelembagaannya saja yang berevolusi dari LSM menjadi Yayasan.

Borneo Institute sejak tahun 2014 meluncurkan program 1jtpohon dalam perkembangannya program ini mengikutsertakan masyarakat petani yang berada di 3 kecamatan kabupaten Gunung Mas yaitu, Manuhing, Manuhing Raya dan Rungan Barat dengan jumlah petani dampingan hampir mendekati 1000 Orang dan Kelompok Tani berjumlah 16 yang tersebar di tiga kecamatan. Pendampingan tersebut meliputi pembentukan dan pemberdayaan kelompok tani, menanam sayur, buah, sengon, jabon, dan kayu lokal lainnya.

Para pendiri Borneo Institute memang berasal dari berbagai profesi yang tentunya perduli terhadap masa depan orang dayak, lingkungan dan tanah air di Kalimantan Tengah. Dengan tekad yang kuat Borneo Institute berorientasi pada penelitian dan pemberdayaan masyarakat dan kelompok tani.

Dengan pendampingan yang terus menerus diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dayak khususnya yang berprofesi sebagai petani untuk bisa mandiri dan sejahtera.

Visi dan Misi Borneo Institute

Visi
"Mewujudkan Kemandirian Bagi Masyarakat Dayak"


Misi
Mencerdaskan kehidupan Kebudayaan Masyarakat Dayak.

Tentang Proyek & Tim Kami

Latar Belakang

Sesungguhnya beberapa puluh tahun yang lalu tak perlu rasanya mengajarkan orang dayak menanam pohon, namun pada masa kini setelah memperhatikan keadaan masyrakat umum dan kondisi lingkungan hutan serta alam di Kalimantan yang tak bisa dibilanglestari lagi, nampaknya perlu langkah yang strategis dan mendesak "mengajak orang dayak menanam pohon".

Keadaan Alam dan Lingkungan di Kalimantan sudah jauh berubah, beberapa puluh yahun lalu dengan mudah orang mendapat ikan menjala, memancing dan juga berburu binatang untuk mencukupi makan keluarga yang hidup di desa sekitar hutan. Orang Dayak juga berubah dalam banyak hal baik sisi mentalitas kebudayan maupun sisi ekonomi dan juga politik.

Pada tahun 2015 Kalimantan tertutup kabut asap selama selama lebih dari tiga bulan, kemarau panjang, bayi menderita, orang tua sesak nafas. Lahan gambut terbakar karena pembukaan lahan dan hutan oleh perkebunan elapa sawit dalam sekala besar. Belum lagi kegiatan tambang dan lainnya yang menyumbang kerusakan meluas. Kerugian materil dan moril begitu banyak.

Oleh sebab itu Borneo Institute mengajak masyarakat semua suku bangsa menanam pohon, agar lingkungan dan alam kita pulih kembali segar dan ekonomi masyarakat makin tumbuh.


Tujuan Program

Program Satu juta Pohon bertujuan untuk memantapkan penggunaan lahan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat secara ekonomis.

Program Satu juta Pohon membantu mengembalikan kondisi tanah sekaligus membantu penghidupan masyarakat adat di tahun-tahun mendatang, sekaligus menjadi pilihan yang lebih bijak daripada praktek pertambangan, pembalakan liar dan perkebunan kelapa sawit yang lebih merusak.

Prinsip utama dari program ini selalu mengacu pada warisan yang telah teruji antar generasi masyarakat ada yang bersendikan nilai budaya dan pengetahuan menggunakan bahan organik.


Komitmen Kami

Menanam pohon banyak jenis (multi species) utamanya yang punya nilai ekonomi tinggi.

tidak menjual lahan selama mengikuti program 1jtpohon.

Tidak merubah fungsi lahan.

Menanam pohon sengon (albasia) serta jenis kayu lainnya yang memulihkan dan menyuburkan tanah.

Tim Borneo Institute

Yanedi Jagau

Ketua

Imelda Malinda

Manajer Operasional

Janine Bergmann

Consultant Organizational Development & Capacity Building

Destano Anugrahnu

Legal Staf

Gusmianto

Accounting Officer

Yulisa Dewi Yanti

Finance Officer

Maria Vaskalina

Community Officer

Nola Andriani

Community Organizer

Paulus Sukirwanto

Forestry Officer

Norisa Jumala

Agriculture Expert

Laster Jinal

Field Coordinator

Yuga Adenovan

IT Officer

Bagaimana Cara Menghubungi Kami ?

Berikut daftar alamat dan kontak yang bisa anda hubungi

  • Kantor Pusat

    Jalan Sangga Buana II Selatan No 63
    Palangka Raya, Kode Pos 73112

    Phone:(0536)-3224793
    Email:info@borneoinstitute.org

  • Kantor Land Right

    Jalan Sangga Buana II Selatan No 63
    Palangka Raya, Kode Pos 73112

    Phone:(0536)-3224793
    Email:land.right@borneoinstitute.org