Kupu-Kupu Kuning (Eurema Sp) Memakan Hampir Semua Daun Pada Pohon Sengon (Albasia) Di Kebun Milik Toni Saruji. (Foto: YBIT, , 2 Desember 2017).

Kupu-Kupu Tak Lagi Lucu, Pelajaran dari Kebun Sengon Toni Saruji

Kurang lebih satu bulan kupu-kupu tersebut mewabah di sekitar desa Tumbang Mantuhé. Sejak November 2017  kerumunan kupu-kupu kuning itu melumat daun pada pohon sengon yang telah Toni tanam sejak tahun 2014. Meskipun di Mantuhé terdapat lebih dari 20 orang petani yang menanam pohon sengon namun tak terkena wabah kupu-kupu kuning seperti di Kebun Toni.

“Saya tidak stress, tetapi ada perasaan kecewa dan sedih, mengapa sengon yang saya rawathampir tiga tahun terkena serangan kupu-kupu.” ujar  Toni.

 

Profesi Toni adalah guru sekolah Dasar Negeri Tumbang Mantuhé, sosok pekerja keras yang ulet. Pada hari kerja, saat pagi sampai siang Toni  mengajar di sekolah kemudian sore hari berkebun. Hamparan tanah Toni seluas 1 hektar, telah Ia tanami kurang lebih 900 pohon. Toni tidak mempraktekkan pola penanaman banyak jenis (multikultur) dan tumpang sari.  Toni menanam kurang lebih sepuluh sampai lima belas batang pohon kelapa sawit sebagai penambah macam jenis tanaman di kebun tersebut, .  Menyikapi wabah kupu-kupu itu pada bulan November dan Desember telah beberapa kali tim BIT melakukan beberapa upaya mengatasi kupu-kupu kuning. Noorisa Jumala staf BIT yang ahli dalam penanganan penyakit tanaman, merumuskan empat resep penanganan.  Noorisa atau Mala nama panggilannya, Ia  alumni Fakultas Universitas Palangka Raya telah menuliskan; “Penanganan pertama buatlah racikan “racun” dari bahan setempat yang mudah didapat. Siapkan  empat sampai lima potong penawar gantung (Tinospora Crispa) tiap potong panjangnya 10 cm, rebus hingga mendidih dalam 2 liter air, ketika air dingin tambahkan dan campur dengan 10 liter air bersih.  Air penawar gantung siap disemprotkan ke bibit sengon berukuran tinggi maksimal 50 cm.  Pada kayu sengon yang sudah berdiameter besar 10 cm ke atas dan tinggi melebihi 2 meter hanya disemprotkan pada batang bawah dan tanah sekitar tanaman tempat ulat, kepompong  dan telur.

Kedua, buatlah sistem pengasapan sederhana untuk mengusir kupu-kupu, atau dapat juga membakar plastik, daun, ranting dan rumput kering agar memunculkan bau yang tidak disukai kupu-kupu.

Ketiga, ambilah dan sisihkan air cucian beras secukupnya, boleh 3 liter sampai 5 liter, semprotkan pada batang sengon yang terkena wabah ulat sebelum ulat tersebut menjadi kupu-kupu.

Keempat, campurkanlah rendaman 2 lempeng tembakau sacks dengan 5 siung bawang putih, dan campurkanlah  dengan sabun rinso ke dalam 5 liter air dan bila mau campurkan dengan 5 sendok minyak goreng agar cairan tersebut lengket dan melekat lebih lama pada pohon yang kita semprotkan.”