Daun-daun pohon séngon gundul dimakan kupu-kupu. Kupu-Kupu Kuning (Eurema Sp) Memakan Hampir Semua Daun Pada Pohon Sengon (Albasia) Di Kebun Milik Toni Saruji.

Kupu-kupu dan Cara Penanganannya: Kupu-kupu Dibalas Asap Tuba.

Awal Desember lalu Toni bertanya kepada Borneo Insititute (BiT), “Apakah boleh saya menggunakan DECIS untuk membunuh kupu-kupu.” Tentu saja staf BiT menjelaskan bahwa penggunaan racun insektisida seperti DECIS sangat tidak dianjurkan, lantaran berbahan sintetik atau tiruan dari bahan asli.

Selanjutnya Bit menambahkan bahwa jika tidak tahu cara menggunakan DECIS akan dapat merusak dan mematikan tanaman lainnya seperti sayuran yang sudah ditanam dikebun tersebut.BiT ingin petani mengembangkan konsep perkebunan, kehutanan dan pertanian organik. Singkat kata BiT menganjurkan penggunaan bahan pengendalian hama dari bahan setempat saja pada akhir obrolan itu BiT menginformasikan kepada Toni agar ia jangan membasmi semut hitam dan semut merah yang ada di kebun miliknya, sebab semut semut tersebut memakan telur kupu-kupu dan berguna untuk mengatur keseimbangan ekologis kebun. 

Sejak saat itulah Toni rajin menginformasikan perkembangan hama dan keadaan pohon sengon kepada BiT. 

Pada 10 Desember 2017 lalu Toni bertemu BiT di sela-sela acara Pumpung Haï (kongres) desa Tumbang Mantuhe.

Ia mengatakan “Kupu-kupu sudah berkurang, daun sengon mekar kembali dan muncul tunas baru”. Disamping itu Toni juga menjelaskan bahwa hampir setiap sore. Ia mengasapi kebun miliknya dengan  pembakaran  daun-daun, rerumputan, ranting-rantung dan akar kayu Tuba (Derris elliptica). 

Kupu-kupu dibalas dengan asap tuba, demikianlah pelajaran sengon Toni Saruji.