Proses menandai wilayah pemetaan di desa Putat Durei

Pemetaan Hutan Desa Putat Durei

25 Juni 2019 yang lalu tim pemetaan untuk penandaan areal kerja wilayah hutan desa Putat Durei berangkat menembus rimba Manuhing Raya untuk menandai dan mengambil koordinat untuk wilayah yang akan secepatnya mereka ajukan sebagai wilayah hutan desanya ini. Pengajuan salah satu skema dari program Pemerintah perhutanan sosial ini tidaklah semata bagian dari upaya masyarakat untuk ikut-ikutan atau latah dengan tawaran Negara, akan tetapi melihat adanya keuntungan dan dasar pengelolaan yang legal kedepan jika mereka mengakes program ini, mengingat dari sebagian besar wilayah kelola dan garapan mereka yang berada dalam kawasan hutan. Penentuan terkait masalah rencana hutan desa ini pun tidak serta merta, rencana ini sudah dibahas dan didiskusikan dalam acara Pumpung Hai (Musyawarah besar kampung) di desa Putat Durei beberapa bulan sebelumnya, yang mendapat dukungan sebagian besar penduduk yang datang, sehingga berangkat dari sanalah sebagai bentyuk tindak lanjut dan keseriusan mengawal rekomendasi-rekomendasi dari hasil Pumpung Hai tersebutlah pengambilan koordinat dan penandaan tata batas wilayah areal kerja hutan desa ini dilaksanakan.



Ditengah begitu tingginya angka deforestasi diwilayah desa ini, hutan desa ini nantinya diharapkan oleh para tokoh masyarakat dan tokoh adat desa Putat Durei dapat membendung laju angka deforestasi tersebut, bahkan hasil pasca tim melakukan identifikasi yang dipimpin oleh bapak Idue Bugeng selaku ketua lembaga pengelola Hutan Desanya menemukan banyak potensi dalam areal kerja hutan desa Putat Durei ini kedepan, ada tanaman obat berdasarkan pengetahuan lokal masyarakat suku Dayak disana, berbagai jenis kayu-kayu langka dan dilindungi, jaringan sungai yang masih belum tercemar, dan hasil hutan bukan kayu lainnya, dan meski pun Hutan Desa ini secara de Jure belum mendapat legalitas dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan tetapi ada berbagai rencana telah disiapkan oleh LPHD Putat Durei, mulai dari membangun rumah Betang di areal hutan desa ini kedepan, menjadikannya sekaligus sebagai hutan wisata dan hutan penelitian atas berbagai tanaman obat tradisonal serta bisa menjadi lokasi menanam berbagai komoditi lokal dan bernilai ekonomis hari ini dipasar, seperti kopi, kakao dll guna memberikan contoh kepada masyarakat desa secara luas bahwa jika kita mau merubah kebiasaan buruk kita ada banyak metode yang bisa kita akses dan manfaatkan untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah tanpa harus menebang dan merambah hutan, dan yang utamanya Hutan desa Putat Durei diharapkan bisa tetap menjadi pagar guna hutan Manuhing Raya, hutan Borneo, Hutan Indonesia tetap lestari, semoga semua rencana penduduk desa bisa terealisasi sesegera mungkin.



(Penulis ; Destano Anugrahnu)