Pelatihan dasar paralegal petani oleh Borneo Institute

70 Petani belajar menjadi Paralegal

Pada 7-9 Juli 2019 BIT menyelenggarakan Pelatihan dasar tentang paralegal di Hotel Nascar Family Palangka Raya. Sebanyak 70 orang hadir, sebagian besar mereka adalah petani dari 5 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Manuhing Raya, Kabupaten Gunung Mas.


"Tidak perlu menjadi sarjana hukum terlebih dahulu agar dapat menjadi paralegal " Ujar Santie, warga desa Tumbang Mantuhe.

Selama tiga hari peserta belajar tentang seluk beluk dan lika-liku paralegal. Narasumber pelatihan adalah Agung Wijaya dan George Corputty dari Yayasan Penabulu.

Agung memfasilitasi belajar bersama mengenai defnisi dan tugas paralegal dan mengulas contoh-contoh kasus perampasan tanah dan kecelakaan lalu lntas yang sering terjadi Gunung Mas.

Agung menekankan kepada para petani bahwa paralegal mesti aktif mendapatkan dan mengumpulkan fakta hukum. Agung Mengatakan, Pelatihan paralegal adalah upaya memperkuat masyarakat agar dapat mengumpulkan fakta hukum, dan mampu berurusan secara hukum khususnya dalam konteks Gunung Mas adalah mengenai masalah pertanahan,

Sedangkan George lebih banyak tentang analisis sosial desa dan konflik tanah dan kronologisnya. George juga mengajak masyarakat kritis dan menggali kembali sejarah tanah dan desa.

Pada pelatian tersebut George mengadakan permainan yang menirukan kasus perebutan tanah antara konflik petani melawan investor. Pada akhir kegiatan pelatihan, sebagaian besar peserta menyatakan kesediaan untuk menuliskan sejarah tanah dan desa, sebagai bentuk awal menunaikan tugas paralegal.

(Penulis ; Yanedi Jagau)