Siswanton menyatakan kesiapan untuk mensosialisasikan tentang desa adat

Manuhing Raya Merumuskan Gagasan Mendirikan Penetapan Desa Adat di Kalteng

119 orang Petani dan Perangkat desa mengikuti lokakarya penetapan desa adat di Kalimantan Tengah, yang diselenggarakan di hotl Nascar family Palangka Raya 15-18 Juli 2019,

Siswanton , anggota BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Tumbang Samui Kabupaten Gunung Mas menyatakan kesiapannya untuk belajar bersama dan menyebarluaskan informasi mengenai desa Adat kepada warga lima desa dan satu kelurahan di Manuhing Raya. Hal itu ia sampaikan pada acara penutupan kegiatan lokakarya penetapan desa adat.
Siswanton mengatakan "Kita akan mensosialisasikan tentang hal apa yang diperlukan, apa yang menjadi syarat bagi pendirian desa adat kepada warga lima (5) desa di Manuhing raya, dan juga RT 7 Ulek luwang kelurahan Tehang, kebetulan disini hadir pak H. Yusra kepala sub direktorat Desa Adat, kami ingin bertanya apakah boleh kami menggunakan dana desa untuk kegiatan musyawarah mendirikan desa adat?"

Pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh Yusra "Sesungguhnya dana desa itu dapat digunakan untuk mensosialisasikan rencana pendirian desa adat, sepanjang hal tersebut sudah ada dalam musyawarah desa, penggunaan dana desa memang diatur agar sesuai dengan kebutuhan desa setempat."

Mendengar pernyataan Yusra yang lugas, peserta lokakarya bertepuk tangan dan menunjukkan ekspresi wajah yang lega. Para peserta lokakarya tersebut menyadari bahwa gagasan mendirikan desa adat tentu akan memerlukan dana, diharapkan dana desa dapat membantu inisiatif warganya dalam mendukung pendirian desa adat.

Siswanton yang telah ditunjuk sebagai ketua panitia persiapan penetapan desa adat se Manuhing Raya menambahkan "Kami juga akan meminta kontribusi warga desa, saya yakin gagasan ini diterima dengan baik karena tujuannya adalah melestarikan dan menghidupkan kembali tradisi dayak yang solider dalam bentuk handep hapakat, bahkan kami terbuka untuk membuka iuran warga agar Desa Adat terwujud."

(penulis : Yanedi Jagau)